Kita?
PErnahkah kamu mendengar tentang bulan merah jambu.
Juga pelangi di malam hari.
Atau waktu yang berjalan terlalu cepat sambil mengedip.
Semua.
Semua aku rasakan ketika kamu hadir, dan aku berjalan mendekat.
Satu per satu kalimat yang entah dari mana, meluncur keluar dari lisanku yang kamu sambut dengan semu merah di pipimu yang lembut.
Satu per satu dari kita terbuai melodi yang terangkai dari konspirasi ajaib semua penduduk bumi, untuk membuat aku jatuh lebih dalam, dan lebih dalam lagi pada senyumanmu yang membuat candu.
Satu per satu, hingga tak ada lagi ruang hati yang masih tersisa.
Satu per satu, berhenti, begitu bertemu dengan ragumu.
Pada akhirnya waktu dan Tuhan belum mengijinkan kedua hati kita saling menyapa. Dalam arti sebenarnya.
Waktu yang bijak, menahan langkah tergesa-gesaku yang tak tahu malu.
Tuhan Yang Maha Baik, menamkan hati yang cantik pada kamu yang entah mengapa begitu mudah untuk dijatuhi rasa. Dijatuhi cinta.
Lalu Detik.
Mata.
Hati.
Saling mengait.
Aku menunggu kamu. Berjalan dari masa lalu.
Menunggu tanda dari senyumanmu. Menunggu anggukan dari kesiapan. Menunggu takdir yang aku harap mempertemukan.
Pertemukan Kita.
Untuk tak berpisah.
Selamanya.
Semoga.
fin
pict from google.
Filed under: Cerita Seadanya | 1 Comment

Ciee..masnya bikin sajak romantis terus nih ye.. aku jadi ikut merah jambu ah kaya bulannya itu.. uhuyy..